malam ini saya banyak mendengarkan... mulai dari keluh kesah teman-teman, jokes, nostalgia, pokoknya banyak deh ^^ sedikit banyak saya berpikir... berpikir tentang diri saya. kenapa saya tidak bisa menjadi orang yang terbuka? saya bukan tipe orang yang spontan. saya lebih senang memendam sesuatu dan kemudian menuangkannya dalam bentuk pikiran-pikiran atau tulisan-tulisan semacam ini. entah apa alasannya. mungkin tidak ingin menyinggung perasaan orang? tapi sejauh yang saya lihat, orang-orang malah pengen sesuatu segera diselesaikan. istilahnya jangan berani di belakang doank.
mungkin kata-kata itu ada benarnya. tetapi pada kenyataannya? saya lebih sering melihat orang malah dibenci dengan sikap terbukanya itu. sikap terbuka memang baik, tapi kalau sampai membuat dua orang yang awalnya adalah sahabat baik malah menjadi musuh bebuyutan...? apakah itu baik juga? saya lebih memilih menuangkan apa yang saya pendam lewat tulisan karena, bagi saya tulisan lebih dapat menggambarkan apa yang sedang saya rasakan dibandingkan jika saya berbicara secara langsung.
saya bukan perangkai kata-kata yang baik, tetapi dalam tulisan, semuanya masih dapat dirubah selama belum disampaikan kepada orang yang bersangkutan. sekalipun bukan untaian kata-kata yang indah, tetapi saya masih dapat memilih kata-kata yang tepat untuk dapat mengungkapkan isi hati saya. beberapa orang mungkin menganggap ini sesuatu yang tidak laki. peduli setan kalau bagi saya apa artinya kata-kata itu dibandingkan kita harus kehilangan sesuatu yang berharga buat kita. ingat kata-kata mulutmu harimaumu.
apa yang sudah kita ucapkan, tidak mungkin bisa ditarik kembali. pikirkanlah dengan matang sebelum kamu berkata-kata. dalam menulis juga sama. pikirkanlah matang-matang apa yang kamu tulis. dampak negatif dan positif yang mungkin muncul akibat tulisanmu. beberapa waktu lalu (mungkin sampai sekarang masih ada kasus serupa), situs jejaring sosial Facebook menuai banyak kontroversi. sederetan kata-kata yang ditulis sebagai status di situs tersebut, sekalipun iseng, dapat membuat segalanya menjadi benar-benar iseng.
menurut saya pribadi, saya adalah seorang pendengar yang budiman. banyak dari teman-teman saya yang curhat ke saya tentang masalah hidupnya. sebagai seorang pendengar saya cukup baik. saya betah duduk berjam-jam bersama dengan orang yang bersangkutan sambil mendengarkan keluh kesahnya. tetapi sebagai problem solver, saya masih harus banyak belajar dan membuka pikiran lebih luas. tidak selamanya apa yang baik menurut saya, baik pula bagi orang tersebut. terkadang saya harus bisa memposisikan diri sehingga saya bisa merasakan apa yang orang tersebut rasakan.
kalau ada teman-teman yang menyebut saya sebagai problem solver...sepertinya kurang tepat. saya bukanlah orang yang diberi kebijaksanaan untuk menjadi seorang problem solver. saya hanya memberikan pandangan, masukan, dan pemikiran saya dari berbagai sudut pandang untuk kalian jadikan bahan renungan. kalau memang masalahnya selesai, syukur, saya turut bahagia mendengar bahwa kalian berhasil menyelesaikan masalah kalian. lalu jika masalahnya makin runyam? saya hanya bisa memberikan masukan lain sesuai pandangan dan pemikiran saya. apa yang saya katakan saat ini, mungkin bisa berbeda di masa mendatang jika saya menghadapi problem yang sama.
selesai atau tidaknya suatu masalah, semuanya ada ditangan kalian masing-masing. ingatlah tidak ada manusia yang sempurna, terkadang masukan yang saya berikan mungkin tidak masuk akal bagi kalian atau bertentangan dengan hati nurani kalian. kalau itu terjadi, kembalikan kepada diri masing-masing, apakah masukan dari saya perlu kalian terima? atau kalian tolak? penyesalan memang selalu ada. mana yang lebih baik? menyesal karena tidak mendengarkan masukan dari saya, atau menyesal karena tidak mengikuti isi hati kalian?
best regards,
unwithering_hope a.k.a 8thHeaven
mungkin kata-kata itu ada benarnya. tetapi pada kenyataannya? saya lebih sering melihat orang malah dibenci dengan sikap terbukanya itu. sikap terbuka memang baik, tapi kalau sampai membuat dua orang yang awalnya adalah sahabat baik malah menjadi musuh bebuyutan...? apakah itu baik juga? saya lebih memilih menuangkan apa yang saya pendam lewat tulisan karena, bagi saya tulisan lebih dapat menggambarkan apa yang sedang saya rasakan dibandingkan jika saya berbicara secara langsung.
saya bukan perangkai kata-kata yang baik, tetapi dalam tulisan, semuanya masih dapat dirubah selama belum disampaikan kepada orang yang bersangkutan. sekalipun bukan untaian kata-kata yang indah, tetapi saya masih dapat memilih kata-kata yang tepat untuk dapat mengungkapkan isi hati saya. beberapa orang mungkin menganggap ini sesuatu yang tidak laki. peduli setan kalau bagi saya apa artinya kata-kata itu dibandingkan kita harus kehilangan sesuatu yang berharga buat kita. ingat kata-kata mulutmu harimaumu.
apa yang sudah kita ucapkan, tidak mungkin bisa ditarik kembali. pikirkanlah dengan matang sebelum kamu berkata-kata. dalam menulis juga sama. pikirkanlah matang-matang apa yang kamu tulis. dampak negatif dan positif yang mungkin muncul akibat tulisanmu. beberapa waktu lalu (mungkin sampai sekarang masih ada kasus serupa), situs jejaring sosial Facebook menuai banyak kontroversi. sederetan kata-kata yang ditulis sebagai status di situs tersebut, sekalipun iseng, dapat membuat segalanya menjadi benar-benar iseng.
menurut saya pribadi, saya adalah seorang pendengar yang budiman. banyak dari teman-teman saya yang curhat ke saya tentang masalah hidupnya. sebagai seorang pendengar saya cukup baik. saya betah duduk berjam-jam bersama dengan orang yang bersangkutan sambil mendengarkan keluh kesahnya. tetapi sebagai problem solver, saya masih harus banyak belajar dan membuka pikiran lebih luas. tidak selamanya apa yang baik menurut saya, baik pula bagi orang tersebut. terkadang saya harus bisa memposisikan diri sehingga saya bisa merasakan apa yang orang tersebut rasakan.
kalau ada teman-teman yang menyebut saya sebagai problem solver...sepertinya kurang tepat. saya bukanlah orang yang diberi kebijaksanaan untuk menjadi seorang problem solver. saya hanya memberikan pandangan, masukan, dan pemikiran saya dari berbagai sudut pandang untuk kalian jadikan bahan renungan. kalau memang masalahnya selesai, syukur, saya turut bahagia mendengar bahwa kalian berhasil menyelesaikan masalah kalian. lalu jika masalahnya makin runyam? saya hanya bisa memberikan masukan lain sesuai pandangan dan pemikiran saya. apa yang saya katakan saat ini, mungkin bisa berbeda di masa mendatang jika saya menghadapi problem yang sama.
selesai atau tidaknya suatu masalah, semuanya ada ditangan kalian masing-masing. ingatlah tidak ada manusia yang sempurna, terkadang masukan yang saya berikan mungkin tidak masuk akal bagi kalian atau bertentangan dengan hati nurani kalian. kalau itu terjadi, kembalikan kepada diri masing-masing, apakah masukan dari saya perlu kalian terima? atau kalian tolak? penyesalan memang selalu ada. mana yang lebih baik? menyesal karena tidak mendengarkan masukan dari saya, atau menyesal karena tidak mengikuti isi hati kalian?
best regards,
unwithering_hope a.k.a 8thHeaven
SETUJUUUUUUUUUUU~~~~~~
ReplyDeleteklo kita mengeluarkan isi hati kita tanpa memikirkan apa dampaknya bagi orang yang bersangkutan, kan nyakitin dy, itu cmn menjadi senjata mkan tuan.
mulut kita adalah pedang bermata dua ^^
hooo @_____@
ReplyDeleteslama ni dah rapa kali kata2 sy nancep yah >.<
maapkan kk mu ini wkawkawka
=="
ReplyDeleteemg kata2 mu ada yang nancep? =="
kebalik, yg bner sya yang nancep ==
hehehehe~ maap >.<
haizzz ga ada maap2an di sene == emang lagi idul pitri apa =="
ReplyDeletehu uh2 @@~ ^^
ReplyDelete