"ada awal, pasti ada akhir" Quote yang selalu terpikirkan saat suatu "hubungan" mulai renggang. terakhir kali saya memikirkannya ya sekitar 3 tahun yang lalu. yah, bagi yang mengikuti blog saya dari awal pasti sudah tahu kapan terakhir kali saya memikirkan Quote ini. tapi itu tidak penting, soalnya Quote ini terpikirkan kembali oleh saya saat ini...
mari kita persempit kata "hubungan" yang saya tuliskan di atas. ya, hubungan saya dengan pasangan saya terancam bubar =) (gila, gw freak bgt, bs nulis "=)" abis nulis gitu...ck ck ck...) yah whatever-lah...
saya mengerti, dalam menjalin sebuah hubungan itu perlu pengertian antara kedua pihak. tapi sampai sekarang mungkin saya dan dia belum menemukan titik terang dari cara berpikir masing-masing. saya dengan ego saya, dia juga dengan ego dia. sesekali dia mengalah, sesekali pula saya mengalah. tapi tampaknya setiap ada permasalahan selalu saja berbeda pendapat. wajar, namanya juga manusia, punya cara berpikir dan pandangan yang pasti berbeda. tapi kalau setiap permasalahan selalu begitu...yah...pastinya lama-lama lelah donk?
mungkin karena lelah itulah, dia akhirnya mem-vonis hubungan kami. kami sudah mencoba berbicara...yah kalau kata salah satu teman saya yang aneh, "coba berbicara dari hati ke hati". tapi masih tetap tidak menemukan titik terang dari masalah yang dihadapi. saya kekeh dengan pemikiran saya, dia pun kekeh dengan pemikiran nya...
ketika suatu masalah datang, biasanya saya berpikir sedikit lebih "rumit" dari orang lain. ga tahu kenapa, pokoknya gitu aja. mungkin diantara beberapa teman saya, ada satu orang yang bisa mengerti cara pikir saya, karena kebetulan dia juga memiliki cara pikir yang sama. yeah, si panzer. kalau si kingkong...yah...mirip-mirip lah (ga mirip-mirip amat ==")
pokoknya saya tuh kalau berpikir sepertinya (kata orang) sudah "sangat dewasa" (saya sendiri tidak mengerti mengapa mereka bilang begitu). mungkin hal ini juga yang menyebabkan saya dan dia sering berselisih pendapat. bukan berarti saya menuntut dia untuk berpikir seperti saya. setidaknya cobalah melihat dari sudut pandang saya. untuk setiap masalah yang kami hadapi, saya juga selalu berusaha melihat dari sudut pandang dia, tapi mungkin karena ego, sangat jarang pemikiran dia berpengaruh pada pandangan saya.
yang namanya manusia, pasti ada yang namanya ego. semua orang pasti menganggap dirinya paling benar. salah? tidak. saya mengerti dengan baik sifat manusia yang satu ini. pengalaman saya berorganisasi mengajarkan banyak hal tentang "kemenangan". istilah si panzer : "manipulasi", membuat keadaan yang selalu akan "memenangkan" statement ataupun pemikiran kita. sejak dekat dengan teman-teman kuliah, saya sudah banyak beradu argumen dan seterusnya dan seterusnya...dan saya selalu merasa "menang" dengan pemikiran-pemikiran saya. mungkin ini juga yang membuat ego saya semakin besar, seolah-olah diri selalu paling benar.
jujur, saya membutuhkan "tamparan" yang keras untuk membuat saya "melek". beberapa bulan terakhir, hidup saya seakan-akan mulai "keluar jalur". saya merasa sudah memiliki segalanya dan puas akan itu. suatu perasaan yang menurut saya sangat berbahaya. tidak ada motivasi lagi dalam diri saya. seakan-akan apa yang saya lakukan sudah tidak berguna lagi karena saya sudah merasa memiliki segalanya. pada umumnya orang berpikir "sudah tidak ada gunanya lagi saya hidup" kalau sedang depresi atau stress berat, sementara saya sama sekali tidak merasakan depresi ataupun stress, namun berpikir seperti itu. ataukah depresi ataupun stress yang saya rasakan sudah terlalu berat sampai saya "kebal" dengan perasaan semacam itu? saya sadar betul ini adalah suatu "kesalahan", tapi saya hanya bisa mengikuti "alur" yang memang saya sendiri tidak kuat untuk melawannya.
"tamparan-tamparan" kecil sudah mulai saya rasakan sejak seminggu terakhir. namun sepertinya "tamparan-tamparan" ini tidak berpengaruh banyak bagi saya. boleh dibilang, "saya masih bisa melewatinya kalau cuma begini". suatu kesombongan yang luar biasa... tetapi "tamparan" terakhir (2 hari sebelum post ini saya publish) yang saya dapatkan sepertinya memberikan suatu pencerahan kepada saya...
saya bukanlah orang yang dekat dengan agama, Tuhan, atau hal-hal yang berbau religius. sudah beberapa tahun terakhir saya tidak pernah meluangkan waktu untuk "bertemu" dengan Tuhan. tapi saya yakin, satu-satunya yang bisa "memperbaiki" hidup saya saat ini cuma Dia seorang... Tuhan, semoga Engkau masih mau menerimaku kembali...
saya menulis post ini bukan supaya saya terlihat alim atau supaya orang-orang melihat saya sebagai sosok yang hebat, tetapi saya justru ingin orang-orang terutama teman-teman saya tahu, kalau ternyata orang yang selama ini merek anggap "baik" ternyata memiliki sisi gelap dalam hidupnya...
pray for me guys,
unwithering_hope a.k.a 8thHeaven
mari kita persempit kata "hubungan" yang saya tuliskan di atas. ya, hubungan saya dengan pasangan saya terancam bubar =) (gila, gw freak bgt, bs nulis "=)" abis nulis gitu...ck ck ck...) yah whatever-lah...
saya mengerti, dalam menjalin sebuah hubungan itu perlu pengertian antara kedua pihak. tapi sampai sekarang mungkin saya dan dia belum menemukan titik terang dari cara berpikir masing-masing. saya dengan ego saya, dia juga dengan ego dia. sesekali dia mengalah, sesekali pula saya mengalah. tapi tampaknya setiap ada permasalahan selalu saja berbeda pendapat. wajar, namanya juga manusia, punya cara berpikir dan pandangan yang pasti berbeda. tapi kalau setiap permasalahan selalu begitu...yah...pastinya lama-lama lelah donk?
mungkin karena lelah itulah, dia akhirnya mem-vonis hubungan kami. kami sudah mencoba berbicara...yah kalau kata salah satu teman saya yang aneh, "coba berbicara dari hati ke hati". tapi masih tetap tidak menemukan titik terang dari masalah yang dihadapi. saya kekeh dengan pemikiran saya, dia pun kekeh dengan pemikiran nya...
ketika suatu masalah datang, biasanya saya berpikir sedikit lebih "rumit" dari orang lain. ga tahu kenapa, pokoknya gitu aja. mungkin diantara beberapa teman saya, ada satu orang yang bisa mengerti cara pikir saya, karena kebetulan dia juga memiliki cara pikir yang sama. yeah, si panzer. kalau si kingkong...yah...mirip-mirip lah (ga mirip-mirip amat ==")
pokoknya saya tuh kalau berpikir sepertinya (kata orang) sudah "sangat dewasa" (saya sendiri tidak mengerti mengapa mereka bilang begitu). mungkin hal ini juga yang menyebabkan saya dan dia sering berselisih pendapat. bukan berarti saya menuntut dia untuk berpikir seperti saya. setidaknya cobalah melihat dari sudut pandang saya. untuk setiap masalah yang kami hadapi, saya juga selalu berusaha melihat dari sudut pandang dia, tapi mungkin karena ego, sangat jarang pemikiran dia berpengaruh pada pandangan saya.
yang namanya manusia, pasti ada yang namanya ego. semua orang pasti menganggap dirinya paling benar. salah? tidak. saya mengerti dengan baik sifat manusia yang satu ini. pengalaman saya berorganisasi mengajarkan banyak hal tentang "kemenangan". istilah si panzer : "manipulasi", membuat keadaan yang selalu akan "memenangkan" statement ataupun pemikiran kita. sejak dekat dengan teman-teman kuliah, saya sudah banyak beradu argumen dan seterusnya dan seterusnya...dan saya selalu merasa "menang" dengan pemikiran-pemikiran saya. mungkin ini juga yang membuat ego saya semakin besar, seolah-olah diri selalu paling benar.
jujur, saya membutuhkan "tamparan" yang keras untuk membuat saya "melek". beberapa bulan terakhir, hidup saya seakan-akan mulai "keluar jalur". saya merasa sudah memiliki segalanya dan puas akan itu. suatu perasaan yang menurut saya sangat berbahaya. tidak ada motivasi lagi dalam diri saya. seakan-akan apa yang saya lakukan sudah tidak berguna lagi karena saya sudah merasa memiliki segalanya. pada umumnya orang berpikir "sudah tidak ada gunanya lagi saya hidup" kalau sedang depresi atau stress berat, sementara saya sama sekali tidak merasakan depresi ataupun stress, namun berpikir seperti itu. ataukah depresi ataupun stress yang saya rasakan sudah terlalu berat sampai saya "kebal" dengan perasaan semacam itu? saya sadar betul ini adalah suatu "kesalahan", tapi saya hanya bisa mengikuti "alur" yang memang saya sendiri tidak kuat untuk melawannya.
"tamparan-tamparan" kecil sudah mulai saya rasakan sejak seminggu terakhir. namun sepertinya "tamparan-tamparan" ini tidak berpengaruh banyak bagi saya. boleh dibilang, "saya masih bisa melewatinya kalau cuma begini". suatu kesombongan yang luar biasa... tetapi "tamparan" terakhir (2 hari sebelum post ini saya publish) yang saya dapatkan sepertinya memberikan suatu pencerahan kepada saya...
saya bukanlah orang yang dekat dengan agama, Tuhan, atau hal-hal yang berbau religius. sudah beberapa tahun terakhir saya tidak pernah meluangkan waktu untuk "bertemu" dengan Tuhan. tapi saya yakin, satu-satunya yang bisa "memperbaiki" hidup saya saat ini cuma Dia seorang... Tuhan, semoga Engkau masih mau menerimaku kembali...
saya menulis post ini bukan supaya saya terlihat alim atau supaya orang-orang melihat saya sebagai sosok yang hebat, tetapi saya justru ingin orang-orang terutama teman-teman saya tahu, kalau ternyata orang yang selama ini merek anggap "baik" ternyata memiliki sisi gelap dalam hidupnya...
pray for me guys,
unwithering_hope a.k.a 8thHeaven
kedua pihak jgn terlalu kepala batu trus...
ReplyDeletejelas aja ga ada titik terang.
masing2 mundur n mengalah selangkah...
bru ktemu titik terang...
~___~ .
ReplyDeletejujur saia jg gt ==" .
emg uda nda bsa bcara scra bae" lg ?
* emg si gtw mslh na apa =="
@hichan n neko : =)
ReplyDelete