hari saya diawalai dari pukul 01.00 siang ==" (oke, saya emang doyan tidur ==" n kalo udah kecapean tidurnya bisa kayak kebo ==") beberapa jam kemudian pun roh-roh saya masih "ngacir" belum mau ngumpul. sampai HP saya berdering~~~ pi pip pi pip pager kuberbunyi~~~ pi pip pi pip begitulah bunyinya~~~ oke, ini udah nda jamannya pager-pageran. SMS dari salah satu teman saya, isinya ngajakin ke Benton. hah?? beton??? muke gile == napaen ke Beton??? (dramatisasi xtra lebay ==") saya mengiyakan ajakannya, kebetulan hari ini saya belum ada janji dengan orang lain.
dengan berat badan saya mulai beranjak dari kursi komputer dan bersiap-siap untuk ke kubangan (lama-lama jadi kebo beneran saya =="). baru ngambil baju n handuk...terdengarlah suatu bunyi yang sangat "mengenakkan". CRRRRRR~~~~~~~~
buset...ada yang nangis di luar. ea~~~ langitnya nangis, ga tanggung-tanggung nangisnya kayak anak kecil yang ga dikasih permen terus guling-guling sambil meronta-ronta minta ampun (???!!! apa hubungannya == ya pokoknya begitulah suasana di luar rumah ==)
sayapun kembali ke kamar dan mengambil HP sambil menekan-nekan keypad HP yang sama sekali tidak empuk ==" "jadi keluar nih? ujan neh =="ga lama kemudian SMS itu pun dibalas. "jadi, hajar aja de" okeh, like this --b. emang demen nih gw ngelakuin hal ga wajar semacam ini ==" secara beton itu "mainnya" di "alam terbuka" walau hujan menghadang~ ingatlah kita punya payung untuk berpayung-payungan (SFX : Ada Band - Masih)
SMS terakhir yang menjadi penutup dari pembicaraan aneh ini : "oke, gw mandi dulu ye", dan saya pun kembali berangkat ke kubangan...
dengan segala jerih payah dan caci maki serta berlumuran keringat dan darah (???!!!!!!!!! lu kate jaman perang???) ya pokoknya dengan segala siksaan di jalan + salah ngambil jalur Tol (nyaris nyasar ke Bogor == gile juga dari beton malah nyasar ke Bogor ==) sampailah kami ke beton itu bah, Benton maksud saya.
sebelumnya, saya udah bilang dari awal saya bangun jam 01.00 siang, alias sampai jam 8 malam (posisi masih di Tol) perut saya masih belum saya isi ==" alhasil keringat dingin ngucur gara-gara nahan lapar ==" untungnya di Tol ada pom bensin yang "lumayan" lengkap. mau nyari roti ga ketemu-ketemu. buset nih pom... setelah mutar-mutar ga jelas di pom itu, akhirnya nemu 1 toko roti. "Thanks God!!!" waktu saya nanya harga rotinya... ajib!!! roti segede bantal bayi dijual mas-nya 15 rebu. NAJONK!!! muke gile!!! ni mas-mas mau ngerampok kali ye??? tapi karena seluruh penghuni perut saya tidak bisa diajak kompromi lagi saya pun membeli itu roti =="
okeh, back to Benton. kesan pertama...begitu indah... wkawkawkakw yapz, nice banget tempatnya ^^ (kalo pergi ndiri mending nda usah d, cengo ndiri di sana) untungnya saya pergi bareng teman-teman yang super geje dimana tidak ada sedikit pun kegejean yang kami lewatkan disana (hoekh~~~)
beberapa jam kemudian... seperti biasa suasana mulai mencekam...dan angin pun bertiup kencang... (what the...???) XD enough with jokes ==" suasanya menjadi rada "aneh" yang artinya babak adu argumen dimulai ==" lagi-lagi, banyak banget hal baru yang bisa saya dapatin dari acara "aneh" semacam ini. mulai dari membahas soal dunia, kemudian dilanjutkan dengan dunia "pribadi", sampai saya pun ga tau lagi apa yang dibahas pada awalnya wahahahaha
mengenai pembicaraan kami, lebih baik kalian tidak mengetahui apa yang kami bicarakan daripada kalian jadi teler sendiri ==" tapi inti dari pembicaraannya mengenai pandangan dalam hidup. banyak kata-kata dan cerita yang sangat menginspirasi saya. sedikit cuplikan dari pembicaraan kami (dengan pengubahan seperlunya agar tidak ada yang menjadi korban pembicaraan ini wakakakakak). yang dibahas (kalau saya ga salah), mengenai pandangan seseorang terhadap sesuatu hal (?? mungkin masih pada ga ngerti, maklum kami orang-orang yang suka membahas segala sesuatu yang tidak penting menurut orang lain).
dimulai dari pertanyaan dari salah satu teman saya :
kalau lo orang, liat sesuatu dari apanya dulu nih? merk? harga? ato barangnya?
tentu saja barangnya, jawab saya dan kedua teman saya yang lain.
oke, ga usah dibahas lagi jawaban-jawaban kami selanjutnya karena saya yakin nanti kalian jadi mumet sendiri. yang jelas, jawaban-jawaban dari kami mengantarkan kami pada satu pemikiran, apakah ideologi atau prinsip seseorang bisa dipelajari atau tidak? disini mulai muncul banyak argumen lagi. saya dan ketiga teman saya menjawab tidak bisa dipelajari, segala sesuatunya tetap berasal dari diri manusia itu sendiri. tapi kami juga kesulitan memberikan alasan mengapa. antara kami bertiga semuanya memang memikili pemikiran yang mirip, jadi tidak perlu sebuah alasan untuk suatu pernyataan. tapi untuk teman kami yang melontarkan pertanyaan ini, kami harus memberikan suatu alasan yang membuat dia mengerti pemikiran kami, soal dia terima atau tidak urusan belakangan.
akhirnya salah satu dari kami bertiga memberikan perumpamaan yang saya pun tidak pernah bayangin sebelumnya.
misalnya seorang manusia itu adalah sebuah gelas yang berisi air yang berwarna hitam. dan proses pembelajaran ideologi yang lo maksud itu diumpamain sebagai air putih bening yang dituangkan ke gelas yang berisi air hitam tadi. apa yang terjadi? sekalipun air putih tadi lo tuangin sampai air hitamnya keganti ama air putih, tetap aja ada tetesan tetesan air hitam yang masih tersisa di dasar gelas tadi. artinya, lo ga mungkin ngebuang dasar-dasar prinsip ideologi lo saat u mempelajari suatu ideologi atau prinsip seseorang. cara untuk mempelajari ideologi orang lain, u harus buang dulu semua air hitam yang ada dalam gelas tadi, baru kemudian mengisinya dengan air putih baru. yang artinya untuk mempelajari ideologi orang lain, lo harus ngebuang apa yang menjadi prinsip dan ideologi lo sendiri, dan itu sesuatu yang hampir ga mungkin dilakuin.
sip, permisalan ini sukses buat saya merinding ==" (gila ga pernah kepikiran sampai sini gw). saya mendapatkan hal baru lagi dalam hidup ini ^^ kemudian pembicaraan dilanjutkan. pernyataan kedua yang menurut saya kocak tapi masuk diakal.
saya memberikan percontohan seperti ini (cuplikan doank) :
A : "B, lo gila!" trus saya bertanya kepada si B, siapa yang bilang lo gila?
B : "lo."
A : trus kalau misalnya si C bilang, "lo ga gila A!" siapa yang bilang lo ga gila?
B : "si C"
A : jadinya lo gila apa nda??
B : "nda"
A : tau dari mana?
B : "ya menurut gw"
A : "ya udah, berarti gila ato nda nya seseorang yang tau siapa? dirinya ndiri kan?
yah, yang saya maksudkan di sini orang lain cuma bisa menilai kita, tapi benar atau tidaknya penilaian orang terhadap kita, kita sendiri yang tahu. kalimat yang terlalu naif menurut saya, karena dalam kehidupan saat ini yang orang-orang perlukan justru "pengakuan" dari orang lain. namun, terkadang pengakuan itu didapat dengan cara yang salah. saya lalu berceloteh mengatakan : "kalau pemikiran semua orang kayak kita, mungkin psikolog dan psikiater ga laku ya (sambil ketawa)", lalu teman saya iseng nyeletuk lagi, "boro-boro, justru kita yang harus ke psikiater buat dibenerin (sambil ngakak)"
salah satu kalimat favorit yang saya dengar dari teman saya (dia dapat dari tokoh yang hidup ketika era Pak Har), kira-kira seperti ini :
dunia itu tidak adil. dunia tidak akan pernah adil. saya mengungkapkan kebenaran berdasarkan kenyataan, apa yang salah saya tulis salah, dan apa yang benar saya tulis benar. sekalipun saya tahu apa yang saya lakukan ini adalah sia-sia dan dapat membahayakan jiwa saya karena dunia tidak akan pernah adil, tetapi setidaknya saya berusaha untuk membuat dunia sedikit lebih adil.
sampai pukul 2 pagi kami masih berada di Benton (hahaha betah juga ngerumpi nya XD), pukul 2.15 kami memutuskan untuk menyudahi acara kumpul-kumpulnya dan pulang ke rumah masing-masing. saya sendiri nyampe rumah pukul setengah empat lewat.
p.s : buat tim orang "aneh" ditunggu kumpul-kumpul selanjutnya ^^
thanks for yesterday,
unwithering_hope a.k.a 8thHeaven
dengan berat badan saya mulai beranjak dari kursi komputer dan bersiap-siap untuk ke kubangan (lama-lama jadi kebo beneran saya =="). baru ngambil baju n handuk...terdengarlah suatu bunyi yang sangat "mengenakkan". CRRRRRR~~~~~~~~
buset...ada yang nangis di luar. ea~~~ langitnya nangis, ga tanggung-tanggung nangisnya kayak anak kecil yang ga dikasih permen terus guling-guling sambil meronta-ronta minta ampun (???!!! apa hubungannya == ya pokoknya begitulah suasana di luar rumah ==)
sayapun kembali ke kamar dan mengambil HP sambil menekan-nekan keypad HP yang sama sekali tidak empuk ==" "jadi keluar nih? ujan neh =="ga lama kemudian SMS itu pun dibalas. "jadi, hajar aja de" okeh, like this --b. emang demen nih gw ngelakuin hal ga wajar semacam ini ==" secara beton itu "mainnya" di "alam terbuka" walau hujan menghadang~ ingatlah kita punya payung untuk berpayung-payungan (SFX : Ada Band - Masih)
SMS terakhir yang menjadi penutup dari pembicaraan aneh ini : "oke, gw mandi dulu ye", dan saya pun kembali berangkat ke kubangan...
dengan segala jerih payah dan caci maki serta berlumuran keringat dan darah (???!!!!!!!!! lu kate jaman perang???) ya pokoknya dengan segala siksaan di jalan + salah ngambil jalur Tol (nyaris nyasar ke Bogor == gile juga dari beton malah nyasar ke Bogor ==) sampailah kami ke beton itu bah, Benton maksud saya.
sebelumnya, saya udah bilang dari awal saya bangun jam 01.00 siang, alias sampai jam 8 malam (posisi masih di Tol) perut saya masih belum saya isi ==" alhasil keringat dingin ngucur gara-gara nahan lapar ==" untungnya di Tol ada pom bensin yang "lumayan" lengkap. mau nyari roti ga ketemu-ketemu. buset nih pom... setelah mutar-mutar ga jelas di pom itu, akhirnya nemu 1 toko roti. "Thanks God!!!" waktu saya nanya harga rotinya... ajib!!! roti segede bantal bayi dijual mas-nya 15 rebu. NAJONK!!! muke gile!!! ni mas-mas mau ngerampok kali ye??? tapi karena seluruh penghuni perut saya tidak bisa diajak kompromi lagi saya pun membeli itu roti =="
okeh, back to Benton. kesan pertama...begitu indah... wkawkawkakw yapz, nice banget tempatnya ^^ (kalo pergi ndiri mending nda usah d, cengo ndiri di sana) untungnya saya pergi bareng teman-teman yang super geje dimana tidak ada sedikit pun kegejean yang kami lewatkan disana (hoekh~~~)
beberapa jam kemudian... seperti biasa suasana mulai mencekam...dan angin pun bertiup kencang... (what the...???) XD enough with jokes ==" suasanya menjadi rada "aneh" yang artinya babak adu argumen dimulai ==" lagi-lagi, banyak banget hal baru yang bisa saya dapatin dari acara "aneh" semacam ini. mulai dari membahas soal dunia, kemudian dilanjutkan dengan dunia "pribadi", sampai saya pun ga tau lagi apa yang dibahas pada awalnya wahahahaha
mengenai pembicaraan kami, lebih baik kalian tidak mengetahui apa yang kami bicarakan daripada kalian jadi teler sendiri ==" tapi inti dari pembicaraannya mengenai pandangan dalam hidup. banyak kata-kata dan cerita yang sangat menginspirasi saya. sedikit cuplikan dari pembicaraan kami (dengan pengubahan seperlunya agar tidak ada yang menjadi korban pembicaraan ini wakakakakak). yang dibahas (kalau saya ga salah), mengenai pandangan seseorang terhadap sesuatu hal (?? mungkin masih pada ga ngerti, maklum kami orang-orang yang suka membahas segala sesuatu yang tidak penting menurut orang lain).
dimulai dari pertanyaan dari salah satu teman saya :
kalau lo orang, liat sesuatu dari apanya dulu nih? merk? harga? ato barangnya?
tentu saja barangnya, jawab saya dan kedua teman saya yang lain.
oke, ga usah dibahas lagi jawaban-jawaban kami selanjutnya karena saya yakin nanti kalian jadi mumet sendiri. yang jelas, jawaban-jawaban dari kami mengantarkan kami pada satu pemikiran, apakah ideologi atau prinsip seseorang bisa dipelajari atau tidak? disini mulai muncul banyak argumen lagi. saya dan ketiga teman saya menjawab tidak bisa dipelajari, segala sesuatunya tetap berasal dari diri manusia itu sendiri. tapi kami juga kesulitan memberikan alasan mengapa. antara kami bertiga semuanya memang memikili pemikiran yang mirip, jadi tidak perlu sebuah alasan untuk suatu pernyataan. tapi untuk teman kami yang melontarkan pertanyaan ini, kami harus memberikan suatu alasan yang membuat dia mengerti pemikiran kami, soal dia terima atau tidak urusan belakangan.
akhirnya salah satu dari kami bertiga memberikan perumpamaan yang saya pun tidak pernah bayangin sebelumnya.
misalnya seorang manusia itu adalah sebuah gelas yang berisi air yang berwarna hitam. dan proses pembelajaran ideologi yang lo maksud itu diumpamain sebagai air putih bening yang dituangkan ke gelas yang berisi air hitam tadi. apa yang terjadi? sekalipun air putih tadi lo tuangin sampai air hitamnya keganti ama air putih, tetap aja ada tetesan tetesan air hitam yang masih tersisa di dasar gelas tadi. artinya, lo ga mungkin ngebuang dasar-dasar prinsip ideologi lo saat u mempelajari suatu ideologi atau prinsip seseorang. cara untuk mempelajari ideologi orang lain, u harus buang dulu semua air hitam yang ada dalam gelas tadi, baru kemudian mengisinya dengan air putih baru. yang artinya untuk mempelajari ideologi orang lain, lo harus ngebuang apa yang menjadi prinsip dan ideologi lo sendiri, dan itu sesuatu yang hampir ga mungkin dilakuin.
sip, permisalan ini sukses buat saya merinding ==" (gila ga pernah kepikiran sampai sini gw). saya mendapatkan hal baru lagi dalam hidup ini ^^ kemudian pembicaraan dilanjutkan. pernyataan kedua yang menurut saya kocak tapi masuk diakal.
saya memberikan percontohan seperti ini (cuplikan doank) :
A : "B, lo gila!" trus saya bertanya kepada si B, siapa yang bilang lo gila?
B : "lo."
A : trus kalau misalnya si C bilang, "lo ga gila A!" siapa yang bilang lo ga gila?
B : "si C"
A : jadinya lo gila apa nda??
B : "nda"
A : tau dari mana?
B : "ya menurut gw"
A : "ya udah, berarti gila ato nda nya seseorang yang tau siapa? dirinya ndiri kan?
yah, yang saya maksudkan di sini orang lain cuma bisa menilai kita, tapi benar atau tidaknya penilaian orang terhadap kita, kita sendiri yang tahu. kalimat yang terlalu naif menurut saya, karena dalam kehidupan saat ini yang orang-orang perlukan justru "pengakuan" dari orang lain. namun, terkadang pengakuan itu didapat dengan cara yang salah. saya lalu berceloteh mengatakan : "kalau pemikiran semua orang kayak kita, mungkin psikolog dan psikiater ga laku ya (sambil ketawa)", lalu teman saya iseng nyeletuk lagi, "boro-boro, justru kita yang harus ke psikiater buat dibenerin (sambil ngakak)"
salah satu kalimat favorit yang saya dengar dari teman saya (dia dapat dari tokoh yang hidup ketika era Pak Har), kira-kira seperti ini :
dunia itu tidak adil. dunia tidak akan pernah adil. saya mengungkapkan kebenaran berdasarkan kenyataan, apa yang salah saya tulis salah, dan apa yang benar saya tulis benar. sekalipun saya tahu apa yang saya lakukan ini adalah sia-sia dan dapat membahayakan jiwa saya karena dunia tidak akan pernah adil, tetapi setidaknya saya berusaha untuk membuat dunia sedikit lebih adil.
sampai pukul 2 pagi kami masih berada di Benton (hahaha betah juga ngerumpi nya XD), pukul 2.15 kami memutuskan untuk menyudahi acara kumpul-kumpulnya dan pulang ke rumah masing-masing. saya sendiri nyampe rumah pukul setengah empat lewat.
p.s : buat tim orang "aneh" ditunggu kumpul-kumpul selanjutnya ^^
thanks for yesterday,
unwithering_hope a.k.a 8thHeaven
Said:
ReplyDeleteLike this ah..
tapi part g dikit nih..
wkwkwkwkwkwk..
==" kalo kata2 u gw masukin, gw pasti dikejar seantero Indonesia sial =="
ReplyDelete