mumpung blognya belum deaktif secara total, saya "numpang" untuk berbagi sedikit pemikiran lagi =)
malam ini untuk kesekian kali saya menyadari sifat-sifat manusia yang jelek. entah kenapa belakangan ini semua yang jelek saja yang "mampir" ke dalam pikiran saya (maklum, mikir nya telat mulu ^^). semua manusia itu sama saja. semuanya ga bakalan lepas dari satu kata, "egois". yah, saya, kalian, dan semua manusia pasti punya keegoisan masing-masing. apakah itu masalah? tidak, selama keegoisannya tidak merugikan orang lain. yang jadi masalah itu kalau keegoisan seseorang menjadi masalah untuk orang lain.
berbagai hal telah saya pikirkan sampai saat ini. mulai dari pemikiran yang benar, sampai pemikiran yang menurut orang-orang sesat. sebenarnya saya bertanya-tanya, apakah yang saya pikirkan sesat? apakah saya melakukan hal yang salah? sesat, salah, dan benar... kata-kata yang tidak memiliki dasar... bagi seseorang suatu hal mungkin saja salah. bagi orang lain belum tentu. apakah ada defenisi secara tertulis yang dapat diterima oleh seluruh dunia yang menjelaskan sesuatu dikatakan benar atau salah jika memenuhi syarat-syarat tertentu?
contoh saja seorang maling mencuri demi menafkahi keluarganya. hampir seluruh orang berpikiran kalau itu adalah tindakan yang salah. tapi apakah mereka pernah mencoba untuk memposisikan diri sebagai maling tersebut? "masih banyak pekerjaan lain yang lebih baik dan layak bla bla bla..." kata-kata yang biasanya dilontarkan oleh orang-orang yang menganggap diri "benar". pernahkah terpikirkan olehnya, sampai batas waktu si maling mendapatkan perkerjaan, apakah keluarganya masih bisa bertahan hidup hingga saat itu? apa gunanya pekerjaan setelah keluarga si maling modar? siapa sih yang mau ngerampok dengan senang hati kalau bisa mendapatkan perkerjaan yang lebih layak?
manusia melakukan sesuatu dalam hidupnya karena sebuah "alasan". tidak ada orang yang melakukan sesuatu tanpa alasan. n alasan yang dimiliki seseorang untuk melakukan sesuatu adalah kebenaran bagi orang tersebut. orang melakukan sesuatu yang dianggapnya benar. seperti maling tadi, dia melakukan sesuatu yang benar menurutnya. tanpa sebuah alasan, manusia ga mungkin hidup... alasan-alasan inilah yang menjadi keegoisan manusia...
sering kali keegoisan menjadi jurang pemisah antara dua manusia... sekalipun keduanya berusaha untuk menyatukan pendapat, sering kali keegoisan ini menjadi penghalang... contoh saja dalam perjalanan hidup sepasang manusia. terkadang si cowo berpikir telah melakukan yang terbaik untuk si cewe. tapi apakah si cewe bisa menerima hal yang dilakukan si cowo sebagai sesuatu yang terbaik baginya? begitu juga sebaliknya... ketika si cewe melakukan sesuatu yang dianggapnya terbaik untuk si cowo, apakah si cowo juga berpikiran sama dengan si cewe? intinya salah satu harus mengalah... tidak ada dua manusia di dunia ini yang memiliki pemikiran yang sama persis...
terkadang seseorang menganggap diri dewasa dan memiliki hak untuk mengatur ini itu dst dst... kedewasaan itu sebenarnya apa...? lagi-lagi, tidak ada defenisi mutlak yang menjabarkan ciri-ciri kedewasaan seseorang dalam berpikir dan menjalani hidup... huff... apakah saya sudah memiliki "kedewasaan" itu? bagi beberapa orang teman saya mungkin akan menjawab "sudah". saya pribadi mengatakan belum... bagi saya orang yang "dewasa" itu adalah orang yang mampu menghadapi semua permasalahan hidup dengan caranya sendiri...bukan dengan cara mengalah, ataupun memaksakan kehendak...sekalipun hampir mustahil, tapi kemungkinan itu pasti ada...
percayalah pada harapan...sekalipun harapan itu kosong...
feel my heart, mind, and soul...
unwithering_hope a.k.a 8thHeaven
malam ini untuk kesekian kali saya menyadari sifat-sifat manusia yang jelek. entah kenapa belakangan ini semua yang jelek saja yang "mampir" ke dalam pikiran saya (maklum, mikir nya telat mulu ^^). semua manusia itu sama saja. semuanya ga bakalan lepas dari satu kata, "egois". yah, saya, kalian, dan semua manusia pasti punya keegoisan masing-masing. apakah itu masalah? tidak, selama keegoisannya tidak merugikan orang lain. yang jadi masalah itu kalau keegoisan seseorang menjadi masalah untuk orang lain.
berbagai hal telah saya pikirkan sampai saat ini. mulai dari pemikiran yang benar, sampai pemikiran yang menurut orang-orang sesat. sebenarnya saya bertanya-tanya, apakah yang saya pikirkan sesat? apakah saya melakukan hal yang salah? sesat, salah, dan benar... kata-kata yang tidak memiliki dasar... bagi seseorang suatu hal mungkin saja salah. bagi orang lain belum tentu. apakah ada defenisi secara tertulis yang dapat diterima oleh seluruh dunia yang menjelaskan sesuatu dikatakan benar atau salah jika memenuhi syarat-syarat tertentu?
contoh saja seorang maling mencuri demi menafkahi keluarganya. hampir seluruh orang berpikiran kalau itu adalah tindakan yang salah. tapi apakah mereka pernah mencoba untuk memposisikan diri sebagai maling tersebut? "masih banyak pekerjaan lain yang lebih baik dan layak bla bla bla..." kata-kata yang biasanya dilontarkan oleh orang-orang yang menganggap diri "benar". pernahkah terpikirkan olehnya, sampai batas waktu si maling mendapatkan perkerjaan, apakah keluarganya masih bisa bertahan hidup hingga saat itu? apa gunanya pekerjaan setelah keluarga si maling modar? siapa sih yang mau ngerampok dengan senang hati kalau bisa mendapatkan perkerjaan yang lebih layak?
manusia melakukan sesuatu dalam hidupnya karena sebuah "alasan". tidak ada orang yang melakukan sesuatu tanpa alasan. n alasan yang dimiliki seseorang untuk melakukan sesuatu adalah kebenaran bagi orang tersebut. orang melakukan sesuatu yang dianggapnya benar. seperti maling tadi, dia melakukan sesuatu yang benar menurutnya. tanpa sebuah alasan, manusia ga mungkin hidup... alasan-alasan inilah yang menjadi keegoisan manusia...
sering kali keegoisan menjadi jurang pemisah antara dua manusia... sekalipun keduanya berusaha untuk menyatukan pendapat, sering kali keegoisan ini menjadi penghalang... contoh saja dalam perjalanan hidup sepasang manusia. terkadang si cowo berpikir telah melakukan yang terbaik untuk si cewe. tapi apakah si cewe bisa menerima hal yang dilakukan si cowo sebagai sesuatu yang terbaik baginya? begitu juga sebaliknya... ketika si cewe melakukan sesuatu yang dianggapnya terbaik untuk si cowo, apakah si cowo juga berpikiran sama dengan si cewe? intinya salah satu harus mengalah... tidak ada dua manusia di dunia ini yang memiliki pemikiran yang sama persis...
terkadang seseorang menganggap diri dewasa dan memiliki hak untuk mengatur ini itu dst dst... kedewasaan itu sebenarnya apa...? lagi-lagi, tidak ada defenisi mutlak yang menjabarkan ciri-ciri kedewasaan seseorang dalam berpikir dan menjalani hidup... huff... apakah saya sudah memiliki "kedewasaan" itu? bagi beberapa orang teman saya mungkin akan menjawab "sudah". saya pribadi mengatakan belum... bagi saya orang yang "dewasa" itu adalah orang yang mampu menghadapi semua permasalahan hidup dengan caranya sendiri...bukan dengan cara mengalah, ataupun memaksakan kehendak...sekalipun hampir mustahil, tapi kemungkinan itu pasti ada...
percayalah pada harapan...sekalipun harapan itu kosong...
feel my heart, mind, and soul...
unwithering_hope a.k.a 8thHeaven
itulah manusia...
ReplyDeletesusah untuk berbuat tidak egois...
slah satu alasan manusia untuk berbuat egois adalah ingin bahagia...
seperti yang sya bilang...
bahagia diatas penderitaan orang lain...